1). Aku adalah tempat yg palinggelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD.
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlahaku dengan ber SILATURAHIM.
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR'AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
5). Aku yang menyepitkanmu hingga hancur bilamana tidak Solat, bebaskan sempitan itu dengan SOLAT.
6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.
.
7). Aku adalah tempat Munkar& Nakir bertanya, maka Persiapkanlah
jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat"LAILAHAILALLAH"
Media Inforasi Dunia Pendidikan, Politik, Da'wah, Hiburan,Seni dan Budaya di Mamuju Tengah Sulawesi Barat
SELAMAT DATANG DI HALAMAN KAMI
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Mei 2014
Malam Pertama Orang Beriman di Dalam Kubur
Nabi Muhammad saw bersabda dalam sebuah hadits: “Mintalah perlindungan Alloh SWT dari siksa kubur”.
Berdasarkan hadits ini, kita bisa mengartikan bahwa sesungguhnya
siksaan kubur itu benar-benar ada, dan merupakan rumah pertama (tempat
transit), sebelum menuju kehidupan akhirat .
Seorang hamba yang
beriman, dalam masa sakaratul maut, ia akan melihat malaikat-malaikan
putih turun dari langit, wajahnya cemerlang turun sambil membawa kafan
putih dari surga. Kemudian malaikat duduk mengelilinginya dalam
sayup-sayup putih, dan datanglah malaikat maut di atas kepalanya dan
berkata dengan penuh santun dan kasih sayang, “Wahai jiwa yang
tenang, keluarlah kamu dengan ampunan dan kenikmatan Alloh SWT, aku mau
menjemputmu sekarang juga, Alloh akan menggantikan rumah, istri, dan
keluarga dengan yang lebih baik”.
Sementara malaikat-malaikat lain menunggu
kedatangan ruh tersebut. Ruh seorang mukmin keluar dari jasadnya laksana
air yang keluar dari keran tanpa sayatan pedih. Keluarlah bau semerbak
ruh yang belum pernah tercium di bumi. Lalu dua malaikat pendamping naik
melintasi jagat langit.
Sesampainya di langit pertama, malaikat
pendamping meminta izin kepada malaikat penjaga, dan bertanya malaikat
penjaga tersebut, siapakah kamu dan bersama siapa?. Malaikat pendamping
menjawab, kami malaikat pembawa ruh dari seorang hamba yang sholeh fulan
bin fulan. Lalu malaikat penjaga itu menginjinkan masuk dan naiklah
ruh beserta malaikat ke langit kedua. Kejadian ini terus
berlangsung sampai ke langit tingkat tujuh dan naik lagi sampai sidratul
muntaha dengan sambutan yang sebaik-baiknya dan penuh suka cita.
Sampailah di suatu bangunan, dan dilanjutkan dengan pencatatan amalan
untuk dikumpulkan dengan amalan para nabi dan syuhada. Selanjutnya ruh
dikembalikan ke jasad di alam kubur.
Demikianlah pengalaman yang akan dialami
oleh ruh seorang hamba yang beriman, ia akan menjalaninya dengan penuh
kenikmatan dan suka cita. Hal ini tentunya akan sebaliknya berbeda
dengan pengalaman yang akan dialami oleh orang yang tidak beriman,
sebagaimana Alloh SWT berfirman dalam QS Al-A’raf 40:
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri kepadanya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit tidak tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”.
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri kepadanya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit tidak tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan”.
Sumber:http://www.nasehatislam.com/?p=8
Langganan:
Postingan (Atom)